Senin, 06 Desember 2010

Muhasabah TahunMu

Allah…..
Di sepanjang tahunMu kmrn kubanyak berfikir, memaknai tiap detik kesyukuran yang Kau berikan dengan harapan penggandaan kenikmatan.
Di sepanjang tahunMu kemarin aku juga sering berbuat alpa, sifatMu dan sifat musuhMu bergantian mengiringi langkahku
Di sepanjang tahun2Mu yang lalu….
Terlalu banyak kenistaan yang kuperbuat, aku jadi makin takut, akankah segala amal yg kuperbuat membuahkan kebaikan atau justru malah menggelincirkan aku pada jurang nerakaMu…na’udzubillah
Namun aku tahu dan yakin, bahwa sungguh pengampunanMu Maha Luas, ampunanMu lebih besar dibandingkan milyaran dosa yang kuperbuat, bila sudah begini aku makin malu denganMu, betapa aku tak mampu untuk membuatMu tersenyum, jika hanya kealpaan yang mendominasi diri ini. Aku bahkan tak kuasa jika pada detikMu Kau buka segala aib-aib yang menghinggapi diri ini, bukan hal yang sulit bagiMu untuk melakukannya, namun Engkau Maha Penyayang, Kau masih terus mengasihi hambaMu, meski kami sering membuatMu cemburu, menitah diri di atas bumiMu dengan keonaran yang tiada henti, menanam kemaksiatan tanpa pernah mampu bertanggungjawab….
sungguh Engkau Maha Cinta, Maha Kuasa dan aku tidak pernah meragukan kekuasaanMu…Allah..aku malu….ighfirliiii ya Robb…..
          
Alloh….
Meski aku malu pada diri ini, 
Di saat sampah-sampah dosa itu menggunung aku hanya terus mampu memohon tanpa pernah mampu menjalankan kewajibanMu….
Karenanya…
Pada detikMu ini aku meminta sebuah permohonan…
Berikanlah aku kekuatan
Kekuatan untuk menjalani skenarioMu
Kekuatan manakala aku tak lagi kuasa berdiri
Kekuatan manakala aku terhimpun dalam kelemahan
Sungguh….
Hanya padaMulah aku berharap dan memohon
Untuk penghidupanku
Untuk episode hidup yang Kau buatkan untukku
Untuk orang2 yang mencinta dan dicinta
Untuk bapak dan mama
Untuk saudara sekandung
Untuk segenap sejawat dan kerabat
Lindungi mereka
Kasihi mereka
Tuntun mereka untuk tetap berada dalam koridorMu
Beri mereka kekuatan untuk mampu menapaki perjalanan kehidupannya
Sungguh kami semua lemah maka kuatkan kami…
Jangan Kau biarkan kami nikmat dalam kebodohan yang berlarut2
Bukakan dan mudahkanlah pintu2 rezekiMu
Beri kami kecintaanMu di sepanjang kehidupan ini…
Allahumma Amin..

Kamis, 02 Desember 2010

Saat CintaMu Menyapaku

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Robbku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada di sisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Robbku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Robbku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang dhaif ini

Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin... Ya Rabbal 'Alamin

Rabu, 01 Desember 2010

AdakahYang Salah [?]


Adakah yang salah dengan cara dakwah kami?
Adakah yang keliru dalam langkah dan pilihan dakwah ini?
Adakah yang tak seirama dengan manhaj RasulMu
Saat dakwah justru tergerus oleh para da’inya
Saat dakwah terkecam karena fitnah
Saat semua yang dengan lantang mengatasnamakan ‘dakwah’ harus luruh
Bukankah kebaikan harus dilakukan dengan kebaikan?
Agar proses dan hasilnya pun baik
Bahkan Rasulullah pun mengecam orang yang beriman tapi dia sendirian
Orang yang berbuat baik tapi dia sendirian
Orang yang masuk surga sendirian pun masih ditanya oleh Allah


Sejatinya menyeru pada kebaikan
Sebersih dan sebening hati
Saat ia ternoda pun
Terwarnai
Pada gerak
Pada langkah
Pada prilaku
Pada hasil


Allah
Sungguh Engkau Maha Penjamin hidup kami
Jika dengan dakwah ini justru banyak hati yang terluka
Justru banyak sengketa
Mendatangkan keburukan
Rasa-rasanya malu jika predikat “Nahnu du’at qobla kulli syai” melekat pada kami
Jika justru kami pelakunya
Peroboh bangunan dakwah ini
Menodai kesucian dakwah
Yang sejatinya menyeru pada kebaikan
Masihkah ampunanMu meliputi kami?


Semoga tak Kau hijab do’a-do’a kami
Kau ijabah do’a yang baik
Tulus datang dari hati yang senantiasa diliputi muatan cintaMu
Agar tak lagi nafsu memimpin hati-hati kami
Semoga kemenangan dakwah itu masih milik kami
Dan semoga jalan yang lurus itu masih milik kami
Jalan orang-orang yang Kau beri nikmat

Selasa, 30 November 2010

Sajadah Cinta

Kutunggu jawabanMu di atas sajadah kalbu
Kusimpan pesonaMu di relung hati
Kusibak tabirMu dengan menanggalkan dosa
Kuraih kasihMu dengan bertasbih

Ya Wadud…
Semaikan benih-benih cinta
Agar aku dapat menyapa senyumMu
Bukankah setetes air cinta
Tidak akan mengurangi kecantikanMu
Bukankah aku berhak merasakan kemesraan cintaMu
Jika Kau tolak risalahku
Kemana lagi kualamatkan goresan tinta ini

Ya Rahmaan Ya Raahiim
Aku memang petualang cinta
Aku masih mencari dan belajar memaknai cinta
Sebagian besar cintaku, kugadaikan pada yang lain

Namun,
Dengan keagungan cintaMu
Bukankah Engkau tidak pernah cemburu
Terimalah puing- puing cintaku
Balaslah cintaku dengan mahabbahMu

Ya Arham al Rahim
DihadapanMu kupejamkan mata batinku
Tuk menahan rasa malu
Nuraniku bertanya
Kado apa yang dapat memikatMu
Hanyalah risalah cinta ini yang dapat kupersembahkan
Semoga Engkau berkenan menerimanya
Allahumma amin..

[dari sebuah buku 'Sajadah Cinta']

Jumat, 19 November 2010

Borongan Merit

13 Dzulhijjah 1431 H / 19 November 2010

Lantunan rasa syukur senantiasa terucap di hati dan membasahi bibir ini, menandakan betapa sempurnanya DzatMu. Duhai cinta terimakasih Kau telah sapa aku pada hariMu
Kau telah beri aku cinta yang seutuhnya
Hingga aku mampu memaknainya sekaligus merasakannya di tiap detik penghidupanku
Apalagi yang mampu aku lakukan
Apalagi yang mampu untuk aku pungkiri
Bongkahan kenikmatan yang menggunung
Membuatku menjadi sangat..sangat mencinta dan merinduMu

Allah..
Bulan ini sungguh keberkahanMu terus mengiringi kami
Bagaimana tidak, jika dalam satu bulan ini saja kenikmatanMu datang tanpa henti
Setelah moment kurbanMu di hari Adha yang masih menyelimuti diri ini
Mengajarkan kami banyak hal
Soal hidup
Soal pengorbanan
Soal berbagi
Dan kini masih dalam nuansa AdhaMu
Ruang kebahagiaan itu terus menganga lebar
Seperti akhir pekan ini
Seharusnya ada agenda profesi yang harus di tunaikan di luar kota
Tapi nampaknya Allah punya rencana lain, di akhir pekan ini 2 kabar bahagia datang dari 2 sahabat terdekatku
Sabtu pagi besok teman kampus yang juga sahabat baikku melepas masa lajangnya
Ga nyangka ya, sahabatku ini bentar lagi punya amanah baru sebagai istri dan ibu [insyaAllah] udah g bisa seenaknya pulang pergi, semua sudah mulai ada aturannya tentu atas izin suami, tapi Allah itu Maha Adil apapun yang kita lakukan sebagai istri dinilai ibadah di mata Allah bahkan bertumpuk pahala akan segera menghampiri. Kalo dulu kita suka cekakan di kampus, maen pentung2an, nongkrong, usilin dosen bareng, wah byk..
Tidak ada yang berubah, hanya bertambahnya amanah dan tentu semua bernilai ibadah karena sudah halal
Barokallah y Ra..

Kebahagiaan kedua dateng dari sahabat ’kelurga kecil' gw, kali ini di luar kota daerah Banten sana. Sepertinya haruslah datang, duh penuh bahagia dan rasa haru.

Nah memasuki bulan Desember mendatang temen kampus gw yang bakal kembali melepas masa lajangnya, jadi semakin bersemangat ni..
Berdatanganlah kalimat 
Ayo Dhea kapan nyusul”?
Seulas senyum merekah
Nunggu Sang Sutradara...:D
Barokallah....

Selasa, 16 November 2010

Ied Adha-Mu

10 Dzulhijjah 1431 H / 16 november 2010

Segala pujian hanyalah milik Allah, hamdan wa syukron, ini kalimat pamungkas untuk senantiasa berucap padaNya dan mensyukuri segenap kenikmatanNya.

Alhamdulillah Allah kembali mempertemukanku dengan Ied Adha Nya dan untuk yang kesekian kalinya pengorbanan ini diujiNya. Belajar dari kisah nabi Ibrahim kini seperti tergambar jelas dalam penghidupanku, dari tahun ke tahun dengan kesedihan itu harus mampu terhempaskan, keinginan untuk berkurban dan berbagi kebahagiaan harus pupus, keinginan untuk berbagi kenikmatan dengan orang lain juga harus kembali tertangguhkan. Hanya buliran airmata yang kerap menemani hari ied ini. Tapi Allah selalu punya toleransi, memang belum masanya..Allah Maha tahu batas kemampuan hambaNya, cukup niatkan saja dalam hatimu, bahwa pengorbanan itu adalah perjuangan, meski tak bisa berkurban tahun ini tak berarti pupus pengorbanan dan hilangnya nilai pengorbanan itu, tapi pemaknaannya jauh, jauh dari sekedar berkurban, menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada orang2 yang tidak mampu.

Lihatlah lebih dekat Dhea, berapa byk yang tak tersentuh, terlebih di masa sulit sepert iini, masa penuh bencana alam, sodara2 di pengungsian, rekan sejawat yang juga kesusahan bahkan untuk sekedar bertemu sesuap nasi pun mereka masih harus berfikir kembali, buat orang2 yang memang menjadi tanggungjawab kita. Bukan karena kelebihan harta, bukan pula karena pamer dan unjuk gigi akan kurban, akan hewan sembelih atas nama selainNya tapi semua murni karenaNya. Mungkin bukan saatnya kita berkurban dengan apa yang Rasulullah sunnah kan saat ied Adha tiba yakni dengan menyembelih hewan kurban, mungkin belum saatnya Allah lipatgandakan rezki di pintu kurban ini, tak usah berkecil hati, akan tiba masanya, karena pengorbanan yang terbaiklah yang akan diterima seperti kurbannya Habil, seperti qurbannya nabi Ibrahim.

Allah, sungguh tiada yang sempurna selain Engkau
Yang Maha Kaya yang Maha Pemurah, berilah kami limpahan RizkiMu dari pintuMu yang tak pernah disangka2

Di hariMu ini izinkan kami menaruh harap
Pada segenggam do’a akan janjiMu yang tidak pernah bohong
janjiMu yang senantiasa tertepati
di bulan pengorbananMu ini
ajari kami untuk mampu membaca hikmah teguranMu
agar kami mampu setegar Siti Hajar
Sepatuh Ismail
Dan setaqwa Ibrahim dalam berkurban padaMu

Meski raga ini tak mampu berada di tanah suciMu
Meski kini belum jua waktu memenuhi panggilanMu
Tapi kuyakini bahwa hati ini telah lama berada di sana
Karenanya beri aku dan keluargaku kesempatan
Untuk mampu menggenapkan
Rukun IslamMu
Dengan segenap kemampuanku

Allahu akbar..Allahu akbar..Allahu akbar...Walillahil hamd

Jumat, 12 November 2010

~26 Januari-Mu~

Terimakasih ya Allah untuk segenap nikmat dan anugerah yang kau limpahkan, jadikanlah kami senantiasa hamba2Mu yang selalu bersyukur dengan segala pemberianmu termasuk keluarga yang dicinta, kerabat, sahabat dan teman yang dikasihi serta penuhilah hatiku dengan cintaMu dan sertakanlah selalu keimanan ini dengan keimanan yang paripurna hingga ajal menjelang. Ighfirlii ya Robb….Allahumma Amiinn…

Allah, tiada kata yg pantas terlontar dari bibir ini, tiada kalimat nan indah selain bertahmid memuji asmaMu dan mengagungkan kebesaranMu. Atas segala jutaan nikmat dan karuniaMu, Kau hantarkan aku pada hariMu, sebuah hari yang bagi kebanyakan orang adalah hari bersejarah, hari di waktu Ibu melahirkan diri ini, hari yang sebenarnya semakin terkikisnya usia dan sebuah hari yang tentu awal sebuah perubahan diri untuk lebih baik dari hari2 sebelumnya. Meski bukanlah adat, namun milad adalah bagian dari upaya manusia untuk kerap bermuhasabah diri, menghitung kealpaan yg pernah tercipta, memohon keberkahan dan ampunan dan tentu meminta segala yang terbaik untuk diri ini, dan berusaha untuk merebut cintaNya.

Allah, sungguh kesyukuran itu kian terasa, saat aku hanya mampu meminta, memohon, dan terus memanjatkan do’a, sungguh, aku makin tak mampu mendustai segenap kasihMu. Duhai cinta, setiap hariMu adalah berkah, setiap hariMu adalah pengampunan, setiap hariMu adalah kecintaan, namun izinkan aku pada hariMu ini membuat sebuah perjanjian dan permohonan, yang mampu menghantarkanku pada indahnya cintaMu, yang makin membuatku mencintaiMu.

Allah, kesyukuran apalagi yang mampu kudustai di hadapanMu, di hari ini saja, Kau masih berkenan memberiku ‘jatah’ waktuMu, dengan bertambahnya usiaku, bertambah kesyukuran, bertambah kuat ujianMu dan tentu semakin dekat aku pada waktuMu. Terimakasih ya Robb untuk semua ini……

Robb…kepada siapa lagi aku meminta?, kepada siapa lagi aku memohon, dan kemana lagi kan ku alamatkan rasa cinta ini?, jika bukan kepadaMu duhai sang penggenggam cinta dan pemilik cinta.

Hari ini, meski tak ingin terlewati, kembali bertambah kesyukuran. Sudah berapa kali 26 Januari-ku terlewati? Sudah berapa lama? Adakah kenangan indah? Adakah kesyukuran yang kau lewati? Adakah perjanjianmu denganNya yang kau dustai? Dan masihkah kemurnian cinta itu menyertai? Atau kini kau malah berpaling dan menjauh dariNya?, duhai Dhea….adakah segenap kesyukuran itu? Atau malah kau makin asyik dan makin menikmati kebodohan itu?

Di usiamu kini, adakah sejumput amalan terbaik yang kau miliki untuk sekedar menghindarimu dari jeratan siksa neraka? Atau di usiamu kali ini lebih berat amal keburukan ketimbang amal baik? Apakah kau sanggup menahan siksa nerakaNya? Apa yang telah Dhea perbuat selama ini? Adakah sesuatu hal itu berarti bagiNya, atau justru Dhea menjadi makhlukNya yang tak ‘terjangkau’?….Allah…..

Allah, masih dengan keyakinan ini, di saat orang lain pergi dan menjauh dari sisi ini, di saat orang2 terkasih yang mencinta dan dicinta ini tak lagi dekat, Kau datang dengan segenap kekuatan cintaMu, Allah sanggupkah aku berlari dan menduakan cintaMu? Justru aku semakin sayang dan mencintaiMu dengan segenap keterbatasan ini, apalagi yang kucari di dunia ini, selain kecintaanMu dan pengampunanMu, Allah…balaslah rasa cinta ini………..ampuni aku dengan segala kekurangan ini, Allah jangan pernah pergi dan menjauh dariku…….Allah biarkan airmata ini mengering dan berubah menjadi darah, jika hanya dengan ini aku mampu mencintaiMu…

Allah, jika Kau berkenan, izinkan aku membuat permohonan padaMu, untuk semua orang yang mengasihiku dengan cahaya cintaMu, untuk kedua orangtuaku yang telah membawaku pada cintaMu, sehingga aku dijadikan oleh mereka sebagai satu dari jutaan makhlukMu yang mencintaiMu. MengasihiMu di atas kasih2 mereka padaku, untuk mama dan bapak yang telah membimbingku, telah menuntunku untuk menjadi anak yang sholehah, makasih untuk mama yang telah melahirkan aku, menjagaku, memberiku pendidikan yang layak, menimangku dan tentu kerap mengajariku akan cintaMu, menemukan aku pada jalanMu, sungguh hanya surga yang layak kau dapati, makasih Ma.......Untuk bapak, dengan keterbatasan ini, maafkan aku, izinkan aku untuk mengasihimu Pak, maafkan kesalahan aku. Sungguh aku juga mencintai kalian karena Allah…

Untuk saudara2ku, mas Arief, makasih y buat kebersamaan kita, buat kecintaan ini, makasih Allah telah membuat kita untuk saling bersaudara dalam ikatan darah, membuat kita untuk mencinta dan bercinta denganNya, maafkan aku jika selama ini aku kerap tak mampu berlaku sopan, tak mengindahkan kata2mu atau tak mampu menjadi adik yg baik yang selalu siap mendengarkan segenap keluh kesahmu, maafin aku ya Mas…moga Allah menjaga keimanan kita.

Untuk Alfat, mba minta maaf, jika hingga hari ini, aku tak mampu menjadi teladan untukmu, karena memang teladan yg baik hanya dari Nabi Muhammad, maafin aku nda bisa jadi kakak yang baik, namun aku sudah sangat berterimakasih denganmu, yang mampu jadi kebanggaan, kesholehanmu yang kerap menjadi inspirasi untukku, ketulusanmu dalam beribadah, memancarkan cahaya keimanan yang tinggi, maafkan aku ya…..biarlah Allah yang akan menemani kecintaan ini. Makasih sudah menjadi adik sekaligus kakak untuk mbamu ini.

Untuk Udi, adik kecilku yang kucintai karena Allah, sungguh, segenap kasih ini kadang ingin sekali ku luapkan padamu adik kecilku, bagaimana tidak, jika kesungguhan dalam beragama ada dalam dirimu, betapa kamu mengajarkan aku untuk menjadikan Allah sebagai tambatan hati tertinggi, keinginanmu untuk menjadi syuhada pun kadang membuat aku iri, bahkan kecerdasan yang kamu miliki selalu mampu kamu syukuri sehingga Allah makin menambahkan ‘nikmatNya’. Makasih ya De’….jagalah kecintaanNya cukup dalam hatimu.

Untuk orang2 yang pernah singgah dan mewarnai hidupku, semuanya, baik itu ‘calon’, sahabat, kerabat, teman sejawat, semuanya, maafin aku yang dhoif ini, aku tak kuasa, aku hanya mencoba untuk menjalankan perintahNya, namun jika itu dinilai salah maafin aku, jika pula selama ini aku sering membuat kalian marah. Hanya ampunan Allah yg kuharapkan dan tentu hanya penilaianNya yg kan menemaniku.

Allah, makasih ya….buat semuanya…dan berilah aku keberkahan di sepanjang hari2Mu, menemani setiap jejak langkahku, agar aku tak lagi membuatMu cemburu. 

Allah….temani aku…….selalu……selamanya……

~Miladnya di hari ini --0601--

Alloh…
Sungguh tiada yang tidak mungkin dalam jangkauan dan pandanganMu
Tiada yang luput dari genggamanMu
Begitu pula halnya cinta
Tiada yang akan pernah mampu menggantikan posisiMu dalam relung hati ini

Hari ini
Dengan mengucap syukur padaMu
Sampaikanlah salam keselamatan baginya
Untuk dirinya
Untuk kesaliman aqidahnya
Untuk kesejahteraan keluarganya
Untuk semua yang terbaik baginya
Jagalah ia selalu dalam pengawasanMu
Beri ia kekuatan untuk menghadapi hariMu
Meski aku tak kuasa
Meski do’a ini tak terdengar olehnya
Namun sungguh
Engkau Maha Pengasih dan Penyayang
KasihMu tak terhingga
Kuberharap
Dengan kuasaMu
Menghantarkan do’a ini ke hadapannya
Sentuhlah hatinya
Sayangi ia
Alloh…
Meski tak terperikan
Aku tetap memohon kekuasaanMu
"Barokallah fi umrik"...

[tercatat di Jakarta, 6 Januari 2009 dan 2010 di hari yang sama]

Happy Mother Day

Apa makna hari Ibu buat lo?

Satu kata ketika lo dengar kata “IBU”, maka apa yang akan terlontar?

CINTA
SAYANG
RINDU
HEBAT
SUPER



Wah jadi banyak…..
Yah, sosok ibunda dalam benak kita adalah sosok wanita yang tak tergantikan oleh siapapun. Kalau ada orang yang bertanya, siapakah tokoh yang paling berpengaruh buat gw, dengan mantab pasti langsung kujawab : “MAMA”.

Besarnya pengorbanan seorang Ibu, takkan tergantikan oleh siapapun, 
kasih dan cintanya tak kan lekang sepanjang masa
kecintaannya adalah cerminan hati yang tulus
kesabarannya adalah bentuk pengejawantahan dari keimanan seutuhnya
sosok Ibunda sangat sempurna, tanpa kehadiran mereka tentu kita tak berarti, dari tangannya yang hebat, lahirlah diri kita hingga kita menjadi manusia super. Do'anya di sepanjang sujudnya pun tak pernah lepas, keikhlasannya membahana di setiap pengorbanannya, hingga hanya maut yang memisahkan……..

Allah……
Dalam kebersahajaan diri ini, izinkan aku bersujud, memohon padaMu, berdo’a untuk seorang yang penuh cinta, mengasihi dan menyayangi aku, mendidik dan mengajari aku banyak hal, membuatku menjadi seorang pencintaMu, menuntunku untuk senantiasa mengingatMu, mencintaiMu. Seorang yang tak pernah terbersit sedikit pun dalam hatinya untuk meminta balasan jasa, seorang yang tetap teguh akan keimanan yang dia miliki, seorang yang senantiasa mendoakan aku dalam tiap sujud panjangnya, tiap tetes airmatanya menjadi saksi pengorbanannya yang tulus, dari tangannya lahirlah kami anak2nya yang senantiasa mencintaiMu……
sosok yang senantiasa hidup di setiap kejapan mata
sosok yang telah membesarkan, mendidik, berjuang
hanya satu pintanya
agar aku selalu menjadi anak yang sholeh/ah, mengabdi, dan berbakti tulus padanya
meski sering aku tak mengindahkan perkataannya
meski sering aku acuh tak acuh
meski sering aku membuatnya bersedih
namun sekali lagi…
ia benar2 tulus mencintai kami anak2nya
di setiap sujudnya
do'a2nya kian terlantun untuk kami
di sepanjang doanya
tak pernah kami dilupakannya
meski kami kerap membuatnya bersedih dan menangis
di tengah kemuraman hatinya mama selalu menampakkan kebersahajaan
hanya Allah kekasih hatinya
hanya kepadaNya ia adukan segala keluh dan kesah penghidupan ini
Alloh….
Beri aku kesempatan
Untuk senantiasa mengabdi dan membahagiakan kedua orangtuaku
Membalas segala jasa mereka
Dan senantiasa menuntun mereka dalam jalanMu
Cintai
Kasihi
Mama kami
Bapak kami
Sertailah keridhoanMu pada mereka berdua
Karena
Keberhasilan yang kami raih saat ini adalah
Bentuk pengorbanannya yang tak pernah lelah
Semua ia lakukan hanya untuk kami
Hanya untuk kami
Tak pernah mereka meminta lebih
Tak pernah!

Allahu Robbi…
Ampuni kami dan semua kesalahan kami
Berkahi penghidupan kami dunia akhirat
Sayangilah mama dan bapak
Seperti mereka menyayangi kami 
Berikanlah mereka penghidupan yang layak dengan tanganMu
Dunia dan akhirat
Tetapkanlah keimanannya untuk senantiasa berada dalam koridorMu
Alloh…..



[catatan Happy Mother Day 2008]
 
© Copyright 2035 My LiFe
Theme by Yusuf Fikri