Minggu, 10 April 2011

Yang kau ketam

Jika pada akhirnya karma yang menghadang
Saat justru kita yang menciptakan bencana
Kala malah kita yang berkacak merontokkan bangunan dakwah
Ketika tugas-tugas dakwah berceceran dan tak memiliki ruh
Masihkan IA menangkan barisan ini
Atau justru
Kita yang perlahan menenggelamkannya
Luka, yang kita gores sendiri
Payah yang makin menyesakkan
Akankah IA masih menemani
Atau
Inilah buah yang kau ketam sendiri
Tak salah jika
Jalan ini tak lagi memiliki ruh
Jalan ini merambat lajunya
Menggerogoti hati yang penuh luka menganga
Karena kadang
Kita manja dengan keadaan
Ongkang kaki dengan kinerja dakwah
Bahkan mendewakannya dengan nama ‘kedok’
1-2 kemaksiatan
Perlahan mengundang tawa bahagia musuhNya
Dan satu lagi
Bermain dengan Sang Panglima Hati
Membiarkannya terjerembab
Dan kini
Seperti hukum rimba
Siapa yang kuat ia-lah yang bertahan
Karena Tuhan tak pernah ingkar janji
IA akan menangkan
HATI yang penuh luapan cintaNya


Jatiwaringin. 5.4.11

0 comments:

 
© Copyright 2035 My LiFe
Theme by Yusuf Fikri