Terimakasih ya Allah untuk segenap nikmat dan anugerah yang kau limpahkan, jadikanlah kami senantiasa hamba2Mu yang selalu bersyukur dengan segala pemberianmu termasuk keluarga yang dicinta, kerabat, sahabat dan teman yang dikasihi serta penuhilah hatiku dengan cintaMu dan sertakanlah selalu keimanan ini dengan keimanan yang paripurna hingga ajal menjelang. Ighfirlii ya Robb….Allahumma Amiinn…
Allah, tiada kata yg pantas terlontar dari bibir ini, tiada kalimat nan indah selain bertahmid memuji asmaMu dan mengagungkan kebesaranMu. Atas segala jutaan nikmat dan karuniaMu, Kau hantarkan aku pada hariMu, sebuah hari yang bagi kebanyakan orang adalah hari bersejarah, hari di waktu Ibu melahirkan diri ini, hari yang sebenarnya semakin terkikisnya usia dan sebuah hari yang tentu awal sebuah perubahan diri untuk lebih baik dari hari2 sebelumnya. Meski bukanlah adat, namun milad adalah bagian dari upaya manusia untuk kerap bermuhasabah diri, menghitung kealpaan yg pernah tercipta, memohon keberkahan dan ampunan dan tentu meminta segala yang terbaik untuk diri ini, dan berusaha untuk merebut cintaNya.
Allah, sungguh kesyukuran itu kian terasa, saat aku hanya mampu meminta, memohon, dan terus memanjatkan do’a, sungguh, aku makin tak mampu mendustai segenap kasihMu. Duhai cinta, setiap hariMu adalah berkah, setiap hariMu adalah pengampunan, setiap hariMu adalah kecintaan, namun izinkan aku pada hariMu ini membuat sebuah perjanjian dan permohonan, yang mampu menghantarkanku pada indahnya cintaMu, yang makin membuatku mencintaiMu.
Allah, kesyukuran apalagi yang mampu kudustai di hadapanMu, di hari ini saja, Kau masih berkenan memberiku ‘jatah’ waktuMu, dengan bertambahnya usiaku, bertambah kesyukuran, bertambah kuat ujianMu dan tentu semakin dekat aku pada waktuMu. Terimakasih ya Robb untuk semua ini……
Robb…kepada siapa lagi aku meminta?, kepada siapa lagi aku memohon, dan kemana lagi kan ku alamatkan rasa cinta ini?, jika bukan kepadaMu duhai sang penggenggam cinta dan pemilik cinta.
Hari ini, meski tak ingin terlewati, kembali bertambah kesyukuran. Sudah berapa kali 26 Januari-ku terlewati? Sudah berapa lama? Adakah kenangan indah? Adakah kesyukuran yang kau lewati? Adakah perjanjianmu denganNya yang kau dustai? Dan masihkah kemurnian cinta itu menyertai? Atau kini kau malah berpaling dan menjauh dariNya?, duhai Dhea….adakah segenap kesyukuran itu? Atau malah kau makin asyik dan makin menikmati kebodohan itu?
Di usiamu kini, adakah sejumput amalan terbaik yang kau miliki untuk sekedar menghindarimu dari jeratan siksa neraka? Atau di usiamu kali ini lebih berat amal keburukan ketimbang amal baik? Apakah kau sanggup menahan siksa nerakaNya? Apa yang telah Dhea perbuat selama ini? Adakah sesuatu hal itu berarti bagiNya, atau justru Dhea menjadi makhlukNya yang tak ‘terjangkau’?….Allah…..
Allah, masih dengan keyakinan ini, di saat orang lain pergi dan menjauh dari sisi ini, di saat orang2 terkasih yang mencinta dan dicinta ini tak lagi dekat, Kau datang dengan segenap kekuatan cintaMu, Allah sanggupkah aku berlari dan menduakan cintaMu? Justru aku semakin sayang dan mencintaiMu dengan segenap keterbatasan ini, apalagi yang kucari di dunia ini, selain kecintaanMu dan pengampunanMu, Allah…balaslah rasa cinta ini………..ampuni aku dengan segala kekurangan ini, Allah jangan pernah pergi dan menjauh dariku…….Allah biarkan airmata ini mengering dan berubah menjadi darah, jika hanya dengan ini aku mampu mencintaiMu…
Allah, jika Kau berkenan, izinkan aku membuat permohonan padaMu, untuk semua orang yang mengasihiku dengan cahaya cintaMu, untuk kedua orangtuaku yang telah membawaku pada cintaMu, sehingga aku dijadikan oleh mereka sebagai satu dari jutaan makhlukMu yang mencintaiMu. MengasihiMu di atas kasih2 mereka padaku, untuk mama dan bapak yang telah membimbingku, telah menuntunku untuk menjadi anak yang sholehah, makasih untuk mama yang telah melahirkan aku, menjagaku, memberiku pendidikan yang layak, menimangku dan tentu kerap mengajariku akan cintaMu, menemukan aku pada jalanMu, sungguh hanya surga yang layak kau dapati, makasih Ma.......Untuk bapak, dengan keterbatasan ini, maafkan aku, izinkan aku untuk mengasihimu Pak, maafkan kesalahan aku. Sungguh aku juga mencintai kalian karena Allah…
Untuk saudara2ku, mas Arief, makasih y buat kebersamaan kita, buat kecintaan ini, makasih Allah telah membuat kita untuk saling bersaudara dalam ikatan darah, membuat kita untuk mencinta dan bercinta denganNya, maafkan aku jika selama ini aku kerap tak mampu berlaku sopan, tak mengindahkan kata2mu atau tak mampu menjadi adik yg baik yang selalu siap mendengarkan segenap keluh kesahmu, maafin aku ya Mas…moga Allah menjaga keimanan kita.
Untuk Alfat, mba minta maaf, jika hingga hari ini, aku tak mampu menjadi teladan untukmu, karena memang teladan yg baik hanya dari Nabi Muhammad, maafin aku nda bisa jadi kakak yang baik, namun aku sudah sangat berterimakasih denganmu, yang mampu jadi kebanggaan, kesholehanmu yang kerap menjadi inspirasi untukku, ketulusanmu dalam beribadah, memancarkan cahaya keimanan yang tinggi, maafkan aku ya…..biarlah Allah yang akan menemani kecintaan ini. Makasih sudah menjadi adik sekaligus kakak untuk mbamu ini.
Untuk Udi, adik kecilku yang kucintai karena Allah, sungguh, segenap kasih ini kadang ingin sekali ku luapkan padamu adik kecilku, bagaimana tidak, jika kesungguhan dalam beragama ada dalam dirimu, betapa kamu mengajarkan aku untuk menjadikan Allah sebagai tambatan hati tertinggi, keinginanmu untuk menjadi syuhada pun kadang membuat aku iri, bahkan kecerdasan yang kamu miliki selalu mampu kamu syukuri sehingga Allah makin menambahkan ‘nikmatNya’. Makasih ya De’….jagalah kecintaanNya cukup dalam hatimu.
Untuk orang2 yang pernah singgah dan mewarnai hidupku, semuanya, baik itu ‘calon’, sahabat, kerabat, teman sejawat, semuanya, maafin aku yang dhoif ini, aku tak kuasa, aku hanya mencoba untuk menjalankan perintahNya, namun jika itu dinilai salah maafin aku, jika pula selama ini aku sering membuat kalian marah. Hanya ampunan Allah yg kuharapkan dan tentu hanya penilaianNya yg kan menemaniku.
Allah, makasih ya….buat semuanya…dan berilah aku keberkahan di sepanjang hari2Mu, menemani setiap jejak langkahku, agar aku tak lagi membuatMu cemburu.
Allah….temani aku…….selalu……selamanya……