Kamis, 29 September 2011

Untukmu yang tak sabar 
ingin mengakhiri masa sendirimu, 
sampaikanlah ini kepada Tuhanmu,

Tuhanku Yang Maha Penyayang,

Aku tahu dengan pasti
bahwa Engkau sedang memelihara
belahan jiwaku di luar sana,

dan Engkau tahu bahwa hatiku
telah lama pilu dalam kerinduan
untuk memenuhi undangan-Mu
agar aku membangun keluarga
yang tenteram dan penuh kebaikan.

Tuhan, jadikanlah aku tertarik
hanya kepada dia yang setia
kepada yang benar,
daripada yang hanya berharta
tanpa kemuliaan hati.

Wahai Yang Maha Cinta,
basuhlah dahaga jiwaku ini,
segeralah Kau sandingkan aku
dengan belahan jiwaku.

Aamiin



source: Mario Teguh

Selasa, 21 Juni 2011

Jika Ini

Jika ini adalah UjianMu
Maka beri aku kekuatan dan kesabaran di dalamnya
Jika ini adalah TeguranMu
Tetap beri aku kecerdasan untuk membaca HikmahMu
Jika ini adalah Uqubah dariMu
Beri aku kekuatan CintaMu dan AmpunanMu
Jika ini adalah Azab dariMu
Tolong jangan pernah sedetikpun Kau pergi
Jika ini adalah bentuk Kasih SayangMu
Maka tetapkan kecintaan ini hanya padaMu
Jika ini adalah ketetapanMu
Beri aku keikhlasan dan kemampuan untuk menjalaninya

Peluk dan Cium aku
Moulee Dhiya

Sabtu, 21 Mei 2011

SANG MUROBBIYAH

Allah…

Tiada yang mampu terucap selaen Engkau, belum kering airmataku selama satu pekan ini Kau senantiasa mengingatkan aku akan dzikrul maut yang sejatinya sangat dekat. Setelah kecelakaan Ayah hampir 3 pekan lalu, kemudian suatu pagi di pekan lalu sebagai bentuk kecintaanMu pada kami, kembali sosok murobbiyah kami ustz.Suharni [Isteri Ust.Tamin—Mantan Ketua DPC Pondok Gede dan Mantan Redaktur Majalah Sabili] harus pergi meninggalkan kami, tak banyak yang terekam sosok beliau, terakhir kami satu halaqoh memang pernah ‘berguru’ padanya karena murobbiyah kami memiliki keperluan [karena sakit yg mengharuskan bedrest], jadilah selama hampir 2 bulan kami bersama beliau, sosoknya yang bersahaja ditambah ketegasan yang beliau miliki membuat kami segan terhadapnya namun semakin terpacu untuk menjadi kader muslimah sejati. Selamat jalan ummi…

Kesedihan selanjutnya datang seperti berurutan, sahabat dan kakak kami penulis nasional yang karya2nya juga mendunia harus Kau ‘jemput’ pula hari Rabu lalu [18/5] Mba Nurul F.Huda, aku mengaguminya sebagai sosok penulis yang sungguh luarbiasa, karya2nya sering menjadi inspirasi tulisanku setelah mba Asma Nadia dan mba Helvy Tiana Rossa, semoga Allah juga melapangkan kuburmu mba..we love you…

Dan kini, masih dalam pekanMu, hanya berselang 2 hari kembali Kau ‘jemput’ Ummi, Murobbiyah, Da’iyah kami Ustz. Yoyoh Yusroh dalam sebuah kecelakaan mobil dini hari tadi [21/5] jam 03.30, Allah…Kau pasti memiliki rencana atas semua ini, dan tumpahlah airmata ini, kembali Kau ‘Jemput’ mutiara kami, sosok yang sangat bersahaja. Tidak banyak yang kutahu akan sosoknya, yang kutahu ia adalah ustazah yang hebat, ibu dari 13 anak yang semuanya Hafiz dan Hafidzoh, keluarga penghafal Alqur’an, di tengah kesibukannya sebagai anggota dewan hafalannya juga luarbiasa, hingga beliau mendirikan Alqur’An Center Ummu Habibah, Wanita yang sungguh hebat dan luarbiasa, Allahu yarham…

Tidak banyak yang terekam kebersamaanku dengan Almarhumah, terakhir yang kuingat aku pernah mewawancarainya dalam sebuah kesempatan saat beliau baru pulang dari kunjungan Parlemen ke Gaza dan dalam rangka memberikan bantuan untuk rakyat Gaza. Saat itu beliau mengisi acara yang diadakan oleh mahasiswa UI tahun lalu dan dimeriahkan oleh nasyid Shoutul Harokah dan Izzatul Islam. Aku datang agak telat, selain karena memang pada awalnya tidak memiliki rencana untuk datang ke acara tersebut namun entah mengapa naluri jurnalisku lebih kencang berdetak, saat itu hati kecilku mengatakan “kapan lagi bisa bertemu dengan ustz.Yoyoh’ siapa tahu bisa jadi narsum di radio”, entah ini sebuah guyonan atau bahkan firasat dan kini aku hanya bisa menitikkan airmata saat teringat akan ucapan yang nampaknya Allah belum mengizinkan.

Masih teringat jelas usai acara seperti biasa aku tak pernah bisa melewatkan ‘moment’ dimana dan kapanpun selama berpotensi menjadi berita maka aku akan mengejarnya, sejak awal mengikuti acara tersebut aku selalu bertakbir dan terus menatap wajahnya, bagaimana ia bercerita soal Gaza, perjuangannya bersama rekan2 untuk mampu masuk melewati perbatan demi perbatasan, saat bagaimana ia bersama rekan hampir berada diujung maut demi menghantarkan ‘tugas’ dan titipan saudara2 muslim Indonesia untuk Palestina dan mereka rela melakukannya karena tugas dakwah, Negara dan tentu ‘panggilan jihad’, gema takbir sontak menggentarkan ruangan. Tiba2 aku mencintai sosoknya, Ustz. Yoyoh.

Usai acara aku sudah mewanti2 panitia untuk mewawancarai beliau secara LIVE ke radio, namun karena padatnya kegiatan beliau panitia menawarkan untuk berdialog di mobil saja di parkiran kampus, akhirnya dengan tergopoh2 aku harus mengejar beliau yang sudah standby di mobil bersama sang suami H. Budi Dharmawan,

“mohon maaf, bisa ikut mobil kami saja jika ingin wawancara?”

Sapaan hangat yang tentu aku tak bisa menolak ajakan tersebut, akhirnya dengan keberanian aku masuk mobil beliau dan mulai melaju ke lokasi agenda berikutnya yakni KNRP di daerah Ragunan.

“mohon maaf ya mba, kami terburu2 harus mengejar rapat di KNRP, takut terlambat”

Subhanallah, padahal rapatnya baru akan mulai setengah jam lagi tapi ketakutan akan waktu membuat aku semakin cinta dengan sosoknya.

“apa yang bisa kami bantu?, mbanya dari mana ya?”

Ups aku hampir lupa kalau di sini aku sedang bertugas, keasikan melihat pasangan suami isteri di mobil ini, suaminya pak Budi menyetir dengan santai meski aku menilainya agak sedikit tergesa sementara almarhumah duduk di kursi depan bagian kiri dan aku di bagian belakang, mobil sedan yang kami kendarai jadi tidak terlalu jauh jaraknya. ‘amunisi’ jurnalis sudah kusiapkan sejak tadi,

“saya Dhea Qotrunnada dari Radio Sabili”

Ujarku seraya mengeluarkan ID PERS SABILI, ustazah Nampak yakin meski harus kembali bertanya,

“media barunya SABILI ya?, sukses ya buat media Islam”

Wah, aku semakin tergugah, perjalanan yang lumayan panjang dari Depok ke Ragunan, dengan sigap aku mulai mewawancarai beliau secara LIVE sekaligus merekamnya, tentang bagaimana perjalannya selama ke Gaza Palestina, kronologis sampai kerja2 dakwah dan kisah2 wanita Palestina di sana, suasananya demikian cair, sesekali kami mengurai tawa agar tentu tak terlalu kaku, satu hal yang aku ingat dalam perjalanan itu, setiap traffic Light yang dilalui selalu ada yang khas dari pasangan suami isteri ini, keduanya selalu menyiapkan uang recehan untuk anak2 jalanan atau pun pengamen, subhanallah pandangan yang jarang kutemui, santun, ramah, penyayang, menjadi anggota DPR tak membuat Ibu 13 anak ini membusungkan dada, menjadi wakil rakyat adalah amanah terbesarnya. Bahkan saat beliau bercerita tentang bagaimana perjuangan dan pengalamannya saat harus bertemu dengan tentara Israel di perbatasan saat itu ia dan rekannya hampir berada di ujung maut, matanya sedikit berkaca2 begitupun sang suami, handphone dan tape recorderku saja nyaris terjatuh jika tidak pada akhirnya dibantu oleh ustazah untuk dipegangnya sendiri. Sepanjang perjalanan hanya kemesraan yang tercipta, mobil yang kami tunggangi juga wangi aromaterapi yang memang sengaja dipasang, meskipun beberapa kali aku sempat terbatuk2 menahan asapnya,

“maaf ya mba, terganggukah?biar saya kecilkan”,

Ternyata pak Budi sang suami juga sedikit batuk, ada sedikit guyonan diantara mereka hingga kemudian ustazah mengecilkan aroma terapi tersebut. Saat itu ada pikiran nakal yang menari2, hum..jika ada penghargaan pasangan paling romantis aku akan menyematkannya untuk keduanya.

Tak terasa perjalanan kami sudah hampir sampai di KNRP, sebelum turun berulang kali beliau berpesan jadilah media islam yang jujur membangun kepercayaan diri, dan berulang kali pula ia meminta untuk tak segan2 berbincang dengan wakil rakyat, wah ustazah kalau semua wakil rakyat kayak ustazah mah hayuk aja gumamku dan bahkan satu hal yang membuat aku kembali berdecak kagum akan sosoknya adalah saat dimana kami bertukar nomor hape dan beliau bersedia untuk menjadi narsum jika diperlukan..Allah..hingga kini aku hanya mampu menangis jika mengingatnya, Allah Sang pemilik rencana hanya IA yang Maha tahu apa yang terbaik dan hingga kini aku belum berhasil membawanya untuk berbincang di studio ‘korak api’ kami hingga wawancara itulah wawancara pertama sekaligus yang terakhir buatku.

Dan kini, disela2 proses pemakaman almarhumah aku semakin menyesali diri karena aku tak bisa berada di tengah2 mereka para kader. Tokoh nasional, ikhwan, akhwat dan masyarakat Indonesia yang menghantarkan kepergiaannya karena tugas Negara-ku yang tak dapat ditinggalkan, namun di waktu DHuha tadi kusempatkan untuk sholat Ghaib semoga segala kebaikannya diterima Allah dan dimudahkan serta dilapangkan kuburnya atas do’a2 anak2nya yang sholeh dan sholeha.

Aku pun yakin banyak rekam kebaikan, siapapun yang pernah bersama beliau, baik dalam hitungan tahun, bulan, hari atau bahkan jam seperti diriku. Lihat saja, proses pemakaman beliau penuh sesak semua ingin mendoakan dan menyolati beliau, seorang sahabat di akun twitternya bahkan mengatakan suasana ini sama seperti ketika perginya Sang Murobbi Allahuyarham ust. Rahmat Abdullah.

Dan kini, sosok itu telah pergi meninggalkan kami, mutiara hati dan bangsa ini, putri terbaik negeri, sosok Bunda jutaan kader kami, SANG MUROBBIYAH kami. Dan aku pun bersyukur dapat bersama dengan beliau meski hanya hitungan jam yang sarat makna.

Lihat, sedemikian cintanya Kau pada saudara kami hingga mereka yang sangat baik sosok dan kepribadiannya Kau ‘jemput’ lebih dulu, sungguh bulan ini menjadi begitu indah karena telah Kau ingatkan kami akan dzikrul mautMu yang begitu dekat, hantarkan kami pula pada peraduanMu dengan khusnul khotimah seperti saudara2 kami yang Kau lebih cintai mereka dalam balutan kasihMu, jutaan do’a untuk kebaikan mereka dunia akhirat.

Selamat jalan, Ummi, Bunda, Ustazah…
“SANG MUROBBIYAH”
Kuatkan kami agar kami mampu melanjutkan estafeta dakwah ini, seperti tulusnya sosok dan kerja dakwahmu Lillahi Ta’ala…

Profil Ustadzah Yoyoh Yusroh

Ibu dari 9 putra dan 4 putri ini termasuk di antara 50 orang pendiri Partai Keadilan (PK). "Lima orang pendiri perempuan. Saya satu di antara 5 orang itu," paparnya kala itu.

Ketika PK baru dibentuk ia diminta untuk menjadi Ketua Departemen Kewanitaan. Setelah satu tahun ia mengundurkan diri lalu diamanahi menjadi Ketua MPP (Majelis Pertimbangan Partai). Istri dari H. Budi Dharmawan ini ketika terjun ked unia politik tidak pernah terpikir olehnya untuk menjadi anggota DPR. Pertamakali Yoyoh Yusroh masuk DPR ketika ia diminta untuk menggantikan rekannya dalam periode PAW.

Pada periode lalu Yoyoh terlibat dalam pembuatan UU PKDRT (Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga), UU PPILN (Perlindungan Pekerja di Luar Negeri) dan UU Praktik Kedokteran. Kini ia terlibat dalam Pansus Rancangan UU Pornografi dan Pornoaksi sebagi Wakil Ketua Pansus dan Rancangan UU Rancana Jangka Panjang Pembangunan Nasional. Dia pernah menjabat di Komisi VIII sebagai Wakil Ketua.

Yoyoh adalah salah seorang tokoh pendiri PKS. Wanita yang biasa disapa ustadzah Yoyoh ini dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja.

Ibu dari 13 orang anak ini lahir di Tangerang, 14 November 1962. Dia menjadi anggota DPR sejak tahun 1999 dan sudah menempati sejumlah komisi.

Yoyoh juga kini aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010, bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia.

Sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001.

Selamat jalan Ustadzah... Allahumagfirlaha warhamha wa’afihi wa’fuanha

yang sempat terekam oleh rekan kami akan sosok Bunda Yoyoh

berikut foto2 jelang prosesi pemakaman Almarhumah dari twitter bang Ferry Ardian foto prosesi pemberangkatan jenazah Ustz.Yoyoh

sholat jenazah diimami o/ ustadz dr.salim diikuti oleh ribuan jamaah #bundaYoyoh #fb
'sang murobbiyah' tetap tsenyum dlm balutan kain kafan.. #bundaYoyoh #fb
buku ucapn bela sungkawa di rmh dinas dpr..saat ini jenazah almh blm tiba tp pelayat sdh ramai #bundaYoyoh #fb
ini foto almarhumah, mujahidah dakwah, ustadzah yoyoh yusroh bsama keluarga.. -____- #fb

sumber profil dan foto:








Jumat, 20 Mei 2011

Mulailah dengan Mimpimu

Siang ini Allah menggerakkan hati gw ke arah MotivationCorner, entah gimana tiba2 gw inget dg buku biru-nya AMPUH ILNA, tu buku sejarah bgt tp ampe skrg gw malah g tau kemana tu buku, entah di sekolah atau dipenjem teman?hem..termasuk inspiration book tuh buku, terus diarahin ke MIND MAPPING-nya om Buzan kyknya ni buku ada dimana ya?pernah punya atu g minjem..kudu ngubek2 perpus..nah dari sini makin terobsesi buat jad motivator bukan soal gaya ya tapi memang sejak jaman ngampus dulu paling doyan ikut2 sesi motivasi macem ni, sampe2 gw malah terobsesi buat dapetin calon suami dari ranah ini..hahhaai [kalo yang ini bonus] *nyengir, ga tau kenapa kyknya asik aja bisa motivasi org tiap hari full semangat, terlebih gw memang terus berusaha untuk senyum dan positif thingking tiap ari, bahkan pernah salahseorang teman jaman kampus dulu yang liat gw asik bgt, ceria, penuh semangat, tanpa beban, hahahai ini mungkin karena kita hidup penuh dengan kepasrahan, artinya pasrah aja dengan apa yang sudah Allah gariskan buat kita, ya kan? Ngapain juga mesti dipikirin, yg penting gimana caranya hari ini gw bisa bermanfaat buat orang lain, jalanin amanah dg baik dan tentu menjadi mau-Nya Allah dengan senantiasa berharap pada keridhoanNya, capek juga mikirin persaingan, resah dan galau itu menandakan kita g punya Tuhan..hiiii na’uzubillah bearti g beriman dung, ekstrim si tp cobain deh tentu akan sangat berbeda kala kita hidup atas rumus ‘PASRAH’ tadi pasti semua bakal legaaa bgt, toh Allah sendiri yang sudah menjanjikannya buat kita, yapan? Bahwa Allah-lah Wali terbaik buat kita [2:257], apa lagi yang mesti dikhawatirkan jika IA telah menjadi Wali buat kita? apalagi yg mesti diresahkan? Dan inilah yang gw pikir bisa jadi kunci awal kesuksesan, kegetiran yang dirasakan, kehidupan yang dirasa menyesakkan dengan kekuatan CintaNya bakal lenyap deh…asal kita YAKIN dan tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah [39:53]

Wuiihhh..semoga Allah senantiasa menjaga semangat dan kecintaan ini dalam koridorNya sehingga hanya cintaNya yg menemani penghidupan kita. Amin..

Gimana? Udah pas jadi motivator tak?hehe :D, paling tidak jd motivator buat diri sendiri. Amin. Tapi pasti kisahnya akan sedikit berbeda, entah disengaja atau tidak Allah memang sedang merencanakan sesuatu buat penghidupan setiap hambaNya tanpa diduga karena jodoh, rezeki dan kematian adalah hak preogatif Allah, dari sini kadang suka terenyuh dengan garis kehidupan yang sudah IA persiapkan. Bicara soal motivasi dan motivator tadi beberapa pecan lalu Allah menggerakkan hati seorang sahabat yang memiliki lembaga motivasi silaturahim ke studio kantor gw, sebenarnya sudah lama pula tapi baru beberapa pecan lalu terlaksana, ngobrol banyak hal mulai dari dapet sarapan pagi soal motivasi, smeangat hidup dan training2 lainnya sampai rencana kerjasama dan tawaran untuk jadi motivator di lembaga tersebut..Allah..[yang terakhir ini smg bisa terlaksana], Alhamdulillah seperti dapet charger baru, awal pekan itu full charger!!lihatlah betapa Allah demikian sayangnya dengan kita.

Sepeninggal mereka kembali pada aktifitas seperti biasa hingga lepas Ashar saat di perpus kantor tiba2 Allah seperti mengingatkan aku akan satu hal, JODOH! Entah mengapa tiba2 ingat akan obsesi jaman kuliah dulu, lihat kan bagaimana cantiknya skenario Allah, meski tak ingin mendahului ketetapanNya tapi ini seperti menyusun benang yang hampir merah itu, yah! Menjadi motivator satu dari rangkaian obsesi yang perlahan kembali IA ‘hadiah’ kan buat DHea, sama seperti mimpi2 Dhea sebelumnya, saat Dhea ingin jadi Jurnalis dan Broadcaster Allah memberikannya dengan sangat mudah tentu dengan caraNya yang kerap di luar nalar manusia, kemudian saat aku terobsesi untuk menjadi penulis kembali dengan caraNya ia hantarkan aku pada tempat itu bahkan tak hanya menjadi penulis bahkan aku diberikan bonus menjadi editor, illustrator [meski tak sempurna] dan keilmuan lain dalam dunia buku seperti layout dan produksi buku, tuh kan gimana g makin cinta dengan SPC? Selanjutnya saat aku baru saja berkata dalam hati ingin rasanya melanjutkan kembali jihad tarbawi yang sudah lama kutinggalkan, terakhir memang Allah ngasih kesempatan jihad tarbawi untuk tingkat Playgrup, TK hingga SD dan kali ini Allah ngasih aku kesempatan untuk mnegajar eskul jurnalis radio untuk tingkat SMP dan SMU subhanallah bahkan yang teranyar aku diberi kesempatan untuk mengajar Mahasiswa di sebuah kampus negeri di Jakarta yang menjadi almamaterku, ‘ala kulli haal Alhamdulillah, paling tidak dengan jihad tarbawi aku bisa sedikit mengasah ‘obsesi’ motivator ini hingga akhirnya IA sendiri yang pilihkan jalanNya buat seorang Dhea. Huaaaa….makin bleler…just Thank You Allah..

Karenanya, saat kita yakin maka tidak ada yang tidak mungkin bagiNya, orang hebat di seluruh duniapun kesuksesan mereka berawal dari MIMPI, MIMPI yang perlahan Allah realisasikan, meski kadang butuh waktu asalkan kita terus berlatih, mengasah kemampuan diri dan tentu ikhtiar karena memang tidak ada yang instan di dunia ini, kalaupun ada tidak akan sama hasil akhirnya. Jadi mulailah dengan mimpi-mimpimu dan YAKIN IA akan merealisasikannya untukmu, bersahabatlah dengan Waktu agar kita mampu bersabar untuk menunggunya.

Rabu, 11 Mei 2011

Ayah...Semua MilikNya

Alhamdulillah Allah masih sayang dengan Dhea, sblm berjalan jauh IA sudah ingatkan dan mengembalikan Dhea pada kecintaanNya.

2 pekan lalu jadi pekan terhebat, kali ini Ayah…

Tepat di 24 April lalu, ayah kecelakaan di Kalimalang,masih sangat pagi bagi Jakarta meski jam baru menunjuk pukul 7 pagi. Sekejap aktivitas rumah terhenti saat Ayah menelpon adik dan minta dijemput karena Ayah jatuh, saat itu kakak dan adik pun segera menjemput Ayah, tapi ternyata jatuhnya Ayah dari motor tidak lazim sebab kali ini ayah di tabrak oleh angkot M19, sampai di lokasi Ayah masih terduduk di pinggir jalan Alhamdulillah dibantu oleh beberapa tukang ojek tapi sayangnya angkot jurusan Cililitan-Kranji ini kabur itu artinya ayah korban tabrak lari, bahkan yang lebih menyeramkan angkot itu melukai dua pengendara sekaligus, menurut saksi mata [yang tidak ingin disebut SAKSI] kejadiannya berlangsung sangat cepat, angkot M19 mengarah ke Cililitan menabrak seorang pengendara Ibu2 di sebelah kiri karena panic sang supir langsung banting kiri tanpa dinyana dari arah berlawanan ada motor ayah yang sedang melaju karena angkot tersebut dipacu dengan kecepatan tinggi ayah tak sempat menghindar dan benturan pun terjadi. Innalillah!! Seketika itu Ayah tak bisa berjalan karena ternyata kaki kanannya terluka dan jari kelingking ayah sebelah kanan terputus satu ruas, Allah kuatkan kami.

Segera ayah dilarikan ke RS terdekat saat itu adalah RS.H*R** tapi karena kami tak siap dengan pendanaan jadi ayah tak tertangani dan malah dirujuk ke RS lain yang agak jauh dari TKP, kasian ayah sudah mulai kehabisan darah, Alhamdulillah setelah melalui prosedur yang agak rumit ayah tertangani. Paling tidak penanganan pertama, ayah dijahit kakinya yang sobek dan jarinya yg putus sudah tak dapat disambung lagi karena sudah lebih dari satu jam.

Dalam penanganan dokter ayah masih sadar sejak kejadian tadi, Alhamdulillah, tapi itu tak berlangsung lama saat kami ditawari untuk operasi besar karena ternyata didapati kaki ayah yang sobek melukai pembuluh darahnya pula, karena keterbatasan kami memilih untuk minta di rujuk ke RSUD siang itu juga, Alhamdulillah dzuhur Ayah sudah di RSUD tapi ada prosedur yang kami lewati, lagi2 ayah tertahan tak dapat ditangani segera karena kami tak membawa surat pengantar dokter dari RS sebelumnya, surat pengantar tindakan dokter agar dokter RSUD bisa tau tindakan apa saja yang sudah dilakukan tadi, karena jika tidak ada surat itu maka dokter IGD tak berani bertindak atau opsi laennya adalah ayah sebagai korban awal itu artinya jaitan sebelumnya harus dibredel lagi dan kembali ditangani secara baru, tapi itu g mungkin, g tega rasanya liat ayah demikian, karenanya kami coba hubungi dokter RS sebelumnya dan Alhamdulillah bisa meskipun ayah harus menunggu 2 jam..Allah sahhil umrona…

Masuk Ashar ayah sudah dapat kamar untuk observasi dan akhirnya diopname untuk operasi kaki dan jarinya tadi. Alhamdulillah pertolongan Allah sangat dekat, satu persatu sahabat, teman, rekan membantu baik moril ataupun pendanaan, dan bahkan aleg setempat membantu proses masuknya ayah ke RSUD dan langsung ditangani dokter yang ternyata ikhwah juga, Ala kulli Haal Alhmadulillah..

Sementara ayah tak henti2nya menangis saat melihatku dan meminta maaf, mungkin ayah ingat tadi pagi sebelum berangkat aku sempat merengek untuk pinjam motor ayah tapi keperluan ayah lebih mendesak jadi aku mengalah hingga kecelakaan itu terjadi, innalillah semua ada hikmahnya Yah,yakin! Alhamdulillah semua berjalan lancer mulai dari operasi ayah dan Alhamdulillah tamu2 yang jenguk juga terus mengalir, terimakasih Ya Rahiim…

Sepekan berlalu..
Alhamdulillah Sabtu ayah sudah boleh pulang dan berobat jalan, jadi setiap 2 hari sekali harus balik ke RSUD untuk ganti perban dan cek up. Dan hari ini ayah berobat lagi dan ketemu dengan dokter yang menangani ayah, waktunya ayah dioperasi lagi lusa inshaAllah operasi keduanya yakni jari kelingking yang terputus dan kaki yang harus diangkat pen nya.Ya Allah beri kemudahan di dalamnya…Engkau Maha Rahim Ya Mujibas Saailiin…

Semoga mampu menjadi penggugur dosa2 yang telah lalu dan tetapkan kesabaran yang paripurna bagi kami…Allahumma Amin…

Aku sayang Ayah ;)

Selasa, 10 Mei 2011

dia..dia..dia

Allah hari ini perlahan Kau mulai dekatkan aku pada mimpiku....

Tak ingin mendahului ketetapanMu namun bukankah do'a adalah sebuah pengharapan sekaligus senjata ampuh, yakin akan semua yang terbaik untuk hamba

Aku hanya ingin 'dia'..

Dia yang menjadi imam bagi keluargaku
Dia yang menyayangiku dan keluargaku

Dia 
haruslah seorang yang sholeh
Keimanan dan ketaqwaannya melebihi aku
agar aku tenang dibimbing olehnya

Kecintaannya padaMu haruslah menjadi Mahar untukku
bahwa hanya Engkau yang ia cinta
bukan aku
bukan keluarga
bukan pula harta yang mendominasi
apalagi jabatan dan popularitas
dan beri aku kekuatan untuk mampu menyaksikan kecintaannya itu

Dia
harusah seorang yang baik akhlaknya
meski akupun menyangsikan akhlakku
agar aku terus terpacu untuk lebih baik

Dia
haruslah seorang
Pendidik
Motivator
Ustadz
buat aku dan keluargaku

Dia
pastinya milikMu dan milik umat ini
sehingga tidak ada keraguan atau kekhawatiran saat ia beranjak dari sisiku karena untukMu dan umatMu

bukan suatu hal yang sulit untukMu

dan perlahan..Kau mulai hantarkan aku padanya..
saatnya aku yang BERSIAP!!
;)

BERJARAK

Mulai dari pintu yang perlahan kututup
Menyisiri tepian jendela
Ada sapaan samar
namun segera kutepis
aku harus kuat
dan tembok tinggi itu pun siap berdiri
bahkan jeda siap dibentang
beribu waktu pun hirau
setapak demi setapak
sedepa demi sedepa
sehasta demi sehasta
hingga bentangan itu tercipta
BERJARAK
IA tengah suguhkan skenario baru
aku siap
Bismillah!

Minggu, 10 April 2011

Penyempurna Dien-ku

Satu persatu aku diperlihatkanNya
Betapa dengan mudahnya IA temukan, pasangkan, jadikan
Ada kehidupan baru yang selalu hadir menggantikan kehidupan lain yang harus kembali padaNya
Siapapun kita ga akan pernah tau
Kapan, dimana dan dengan siapa IA akan siapkan aku untuknya
Aku
Belum IA persiapkan untuknya
Bukan, bukan IA tak siapkan
Tapi memang kami yang belum siap untuk bertemu
Suatu hari nanti
Aku dan pendamping hidupku
Penyempurna dien-ku
Akan IA kuatkan
Akan IA pertemukan
Untuk menggenapkan kecintaanNya
Dengan caraNya yang terindah
Dengan masaNya yang tepat
Tidak dengan rancangan tangan manusia
Tapi dengan rancanganNya yang Maha Sempurna
Meskipun kini
Aku masih membalutnya
Dengan kecintaanku
Membalut cintanya
Membalut sayangnya
Membalut sosoknya
Membalut semua kepribadiannya
Dengan do’a
Do’a yang tidak meminta sosok
Do’a yang dapat menjelmakan ia
Sebagai seorang kekasih pilihanNya
Hingga masa yang mempertemukan kami
Dan aku hanya mau
Ia-lah yang sepenuhnya memilikiMu
Ia yang sepenuhnya mencintaiMu
Mencintai kekasihMu
Mencintai semua yang KAU kasihi
Dan aku hanya ingin KAU yang pilihkannya untukku
Seorang saja
Untukku
Ia milikMu karenanya aku meminta kepadaMu
Karen aku yakin
KAU tidak akan membiarkanku sendiri tanpa keturunan di dunia ini
Tapi jika memang ia tak KAU siapkan untukku di sini
Aku yakin HadiahMu jauh lebih indah
Di tempat yang tak dapat terukur oleh nalar manusia
Tempat yang tanpa harus menyusun strategi
Tanpa rancangan
IA yang telah menyiapkannya
Saat itulah aku bersiap
Aku akan bersabar menanti keputusanMu
Sampai Kau mencukupkan aku
Menyiapkan aku
Untuk menyandingkan aku pada cinta yang semakin membuatku banyak mencintaMu
Bismillah..
Penuhi aku akan cinta
Seluas HATI yang KAU titipkan pada jasad dan ruh ini
Semoga IA genapkan kecintaan yang kita miliki
Allahumma amin..

Jatiwaringin. 10.4.11

SAKIT!

Tergugu dalam pekat
Hingar namun sepi
Perkasa namun lemah
Tertawa tapi terkekeh jijik
Masihkah IA tetapkan kecintaanNya
Iyah..
Aku yang memudarkannya
Aku yang menodainya
Serta merta kebodoan meggelegar
Aku yang memimpinnya
Dan kini
Nikmati sari kebodoanmu
Saat penyesalan tak lagi bermakna
Dan IA tak lagi menolehmu
Sedikitpun
SAKIT!

Jatiwaringin.5.4.11
 
© Copyright 2035 My LiFe
Theme by Yusuf Fikri