Rabu, 26 Januari 2011

BIO DHEA QOTRUNNADA

Broadcaster, Journalist, Theater, Nasheed, Writer

Dhea
Dhea Qotrunnada adalah name of airing-nya Maulida Al Munawwaroh. Sarjana Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Negeri Jakarta ini memiliki hobi membaca, menulis, bernyanyi, traveling, adventuring. Hobinya yang paling unik adalah nyamain muka orang. Luarbiasanya semua hobinya dia salurkan dalam bentuk nyata dan menjadi rutinitas. Hobi membaca dan menulisnya dia tuangkan dalam tulisan-tulisannya di sebuah penerbit buku kerjasama dengan DikNas dan saat ini sedang menuntaskan sebuah novel perdananya. hobi menyanyinya dia tuangkan dengan membentuk sebuah tim nasyid Akhwat jaman kuliah dulu bernama SAMARRA. Yang menarik dari sosok cewek yang biasa dipanggil Dhea ini adalah saat sakit demam meradang hanya satu obat yang ampuh baginya: INZANA. Cewek penggemar warna biru ini juga suka coklat, eskrim dan loli. Memiliki kesenangan akan dunia yang biasa di dominasi oleh pria seperti soccer, otomotif, MotoGP. Lebih menyenangi tontonan film action.

on the sea
Dalam bekerja gadis yang suka menyanyi sejak kecil senang pada waktu-waktu deadline, bahasa psikologinya procrastinator, menurutnya di masa-masa detlen semua ide bisa terluapkan. Seorang pekerja keras dan selalu ingin perfecto di semua pekerjaan. Sanguinis Melankolis tipikal kepribadiannya meski sebenarnya dia yakin bahwa kita harus bisa menjadi mau-Nya Allah.

Besar di dunia teater membuat Gadis kelahiran Bekasi 26 Januari ini suka akan seni. Anak ke dua dari 4 bersaudara yang semuanya adalah cowok sejak SMU suka dengan dunia politik dan jurnalis. Itulah yang membuatnya mendedikasikan keilmuannya di dunia journalist broadcasting sebagai penyiar. Dan bersama dengan teman2 penyiar radio islam di daerah dia membentuk sebuah Aliansi Radio Islam Indonesia [ARIN] untuk menyatukan gerak langkah dakwah di radio.
dhea dan biru

Pernah berada di dunia Pendidikan dengan mengajar sebagai guru Art dan Vokal Nasyid di sebuah SIT BINA INSAN MULIA Bekasi, mengajar Jurnalis Radio di SMPIT IQRO’ dan menjadi dosen mata kuliah praktisi Siaran Radio di kampus UNJ KPI hingga saat ini. Di dunia sosial bersama dengan bocah-bocah anak jalanan dalam LSM KAFILAH yang dirintisnya bersama teman2 kampus. Hingga saat ini jumlah anak jalanannya sudah mencapai 50 orang.


dhea
Impian terbesarnya adalah memiliki Rumah Singgah untuk Anak Jalanan, mendirikan sekolah Jurnalis Radio, membesarkan ARIN dan memiliki Sekolah Nasyid dan Teater for Akhwat. Obsesinya saat ini adalah bekerja sebagai jurnalis dan melanjutkan studi S2 nya di luar negeri.




Moto terbaiknya adalah “Luruskan Niat Sempurnakan Ikhtiar Ikat dengan Tawakal”
biru dan eskrim ;)

Selasa, 25 Januari 2011

~26 Januari-Mu~

dheaQotrunnada

Alhamdulillah sampai juga pada hariNya. Tiada yang istimewa hanya saja di hari lahirku ini kembali menjadi ajang muhasabah diri untuk menjadi pribadi2 yang senantiasa melakukan banyak perubahan dan kebaikan di hari2 berikutnya, karena sebagai seorang muslim setiap hari adalah baik dan mengandung banyak kebaikan di dalamnya tinggal bagaimana kita untuk dapat mengisinya dengan aktifitas yang baik juga.


dheaQ
Bicara tentang hari lahir Dhea jadi inget cerita mama saat melahirkanku, ada cerita lucu yang terselip, waktu itu mama minta aku lahir pas tanggal gajian aja, ceritanya waktu Bapak kerja di perusahaan otomotif swasta yang gajiannya tanggal 25 di setiap bulannya, meskipun saat itu biaya persalinan mama ditanggung oleh kantor. Dan betul saja tanggal 26 Januari lah aku melihat dunia di jam 00.20 menit [hehe..liat di akte kelahiran makanya hafal]..dini hari!..hoho Barokallah untuk Mama…

Tahadduts binni'mah yuk...

Alhamdulillah sudah 3 tahun belakangan miladku dinilai sangat berkesan meski sebenarnya dalam keluarga tidak ada budaya milad yang harus dirayakan besar2an…namun yang ada justru muhasabah besar2an, alhamdulillah Allah memberikan kecerdasan Intrapersonal yang cukup baik padaku sehingga dengan itu memudahkan langkahku untuk senantiasa intropeksi dan bercinta dengan Sang Pemilik Cinta.

dhea&BEMUNJ'06

Berawal dari tahun 2007 lalu, miladku di tahun itu Allah memberiku hadiah lulusnya aku dari bangku kuliah setelah perjuangan panjang selama 4 tahun dengan menggondol nilai Cumlaude dan bahkan diwaktu wisudaku gegap gempita itu masih terasa saat aku dinobatkan menjadi MAPRES ditingkat Universitas, Fakultas dan Jurusan untuk semester Ganjil 2007 lalu. Subhanallah hanya lantunan kesyukuran yang semakin menggenapi luapan bahagia saat itu.

Dhea&eskul Radio SMPIT IQRO'
Kemudian di tahun 2008. miladku di tahun ini Allah memberikan hadiah ‘Ujian’ sekaligus nikmat yang luar biasa. Dan luar biasa memang, atas keyakinan yang besar ujian dan nikmat itu mampu diatasi dengan kekuatan cintaNya. Pengenalanku akan zona ‘Cinta’ teruji, satu zona yang jarang aku singgahi dengan penuh kesungguhan. Namun kenikmatan besar lainnya di tahun ini Allah kembali mengenalkanku akan dunia penerbitan dunia kedua setelah pendidikan menemani proses panjang penemuan langkah profesi. Dan di dunia inilah aku memiliki kesempatan untuk berdekatan bahkan akhirnya melatih sekaligus membuat buku, obsesi terbesarku saat itu, menjadi seorang penulis. Dan kini perlahan namun pasti Allah semakin membuka jalanku dengan dunia yang aku impikan sejak kecil.

DheaOnAir
Selanjutnya di Tahun 2009, kemudahan demi kemudahan terus IA hadiahkan untukku, di awal tahun ini Alah mengizinkan aku untuk bergabung dengan dunia Broadcasting sebuah dunia yang juga merupakan obsesi terbesar sejak kecil, ga tanggung-tanggung Allah langsung menempatkan aku di sebuah Radio Islam yang baru saja berdiri untuk mengasah ilmu Broadcast-ku sebagai Anchor sebuah radio yang berada dalam naungan sebuah majalah Islam yang sudah memiliki nama "SABILI". Yup, Radio Islam SABILI di frekuensi 1530 am, kembali aku menjadi 'assabiqunal awwalun''ala kulli haal alhamdulillah.
dhea&TKIT BIM

Selanjutnya Allah memberiku hadiah ‘cincin’ GMC [Gerhana Matahari Cincin]. GMC sendiri terjadi pada tanggal 26 Januari 2009 tepat pukul 15.30, meskipun aku sendiri tak mengalaminya namun informasi yang kudapatkan cukup menambah keyakinanku akan KeindahanNya….Subhanallah….apakah ini sebuah pertanda?..entahlah subhanallah…sungguh nikmatMu yg manalagi yg mampu untuk aku dustai?…semakin aku mencintai dan menyayangiMu, biar segala pandangan dunia menutupi gelisahnya hati ini namun penilaian dan cintaMu cukup untuk membalaskan segenap kerinduan yang kian membuncah. Takkan pernah aku pergi dan berpaling dariMu. Dan di tahun ini teman2 terdekatku juga memberiku surprise yang wah banget meski awalnya dikerjain dulu oleh sahabat yang akan melangsungkan pernikahannya waktu itu. [anak teater dikerjain..g banget dah..~kalo inget sesi ini kocak banget]. dan di tahun ini pula kembali Allah merealisasikan obsesi trebesar Dhea selanjutnya....yakni berada dalam dunia Broadcast..[menjadi penyiar di salahsatu media Islam terbesar di Indonesia~amin] dunia yang juga diimpikan sejak bocah dulu...Allah...sungguh besar nikmatMu ini...ajari aku untuk senantiasa bersyukur dengan semua milikMu....

Dhea&mahasiswa KPI UNJ
Dan selanjutnya di tahun 2010 kemarin, awal tahun saja Allah dah kasih dua keajaibanNya; bulan purnama plus GBS [Gerhana Bulan Setengah] yang jatuh bertepatan dengan hari pertama di Tahun 2010 [dini hari]. Subhanallah, selalu dipertemukan dengan fenomena alam dan keajaibannya. Mudah2an memberikan banyak kebaikan di dalamnya. Allah kasih hadiah apalagi ya di tahun ini [?]. namun yang pasti milad Dhea di tahun ini tepat sekali di hari Selasa, hari dimana Dhea dilahirkan pada bulan Rabi'ul awwal Hijriah...dan di tahun ini pula kenikmatanNya terus mengalir, mulai dari dedikasi di dunia broadcast dan menggalang kekuatan di dunia tsb kemudian mengajar di kampus, menjadi pemateri broadcast hingga membangun kembali rumah singgah untuk Anak Jalanan yang sempat terhenti.
'Ala kulli haal Alhamdulillah...

Dan di hari miladku kali ini, jutaan ‘wishes’ pasti sudah sering mengantri untuk minta diijabah hanya kesabaran dan waktu untuk dapat terealisasikannya beberapa wishes yang masih waitingless. Tapi Dhea yakin bahwa kehidupan seorang muslim sudah dijamin oleh Allah sehingga tidak pernah ada yang sia-sia dalam hidup ini. Kalaupun ada alpa yang tercipta senantiasa menjadi pembelajar sejati dan menjadikannya pelajaran yang bisa terus diambil ibrohnya. Semoga Allah senantiasa menguatkan kesabaran itu. Amin

Di sisa usia yang IA masih cukupkan untukku, semoga semakin berkah dan mendatangkan banyak kebaikan serta diberikan peluang oleh Allah untuk dapat merasakan serangkaian nikmatNya sebelum bertemu denganNya dalam waktu yang telah ditentukanNya [dzikrul maut].
dhea
Terimakasih ya Allah untuk segenap nikmat dan anugerah yang kau limpahkan, jadikanlah kami senantiasa hamba2Mu yang selalu bersyukur dengan segala pemberianmu termasuk keluarga yang dicinta, kerabat, sahabat dan teman yang dikasihi serta penuhilah hatiku dengan cintaMu dan sertakanlah selalu keimanan ini dengan keimanan yang paripurna hingga ajal menjelang. Ighfirlii ya Robb….Allahumma Amiinn…



Allah, tiada kata yg pantas terlontar dari bibir ini, tiada kalimat nan indah selain bertahmid memuji asmaMu dan mengagungkan kebesaranMu. Atas segala jutaan nikmat dan karuniaMu, Kau hantarkan aku pada hariMu, sebuah hari yang bagi kebanyakan orang adalah hari bersejarah, hari di waktu Ibu melahirkan diri ini, hari yang sebenarnya semakin terkikisnya usia dan sebuah hari yang tentu awal sebuah perubahan diri untuk lebih baik dari hari2 sebelumnya. Meski bukanlah adat, namun milad adalah bagian dari upaya manusia untuk kerap bermuhasabah diri, menghitung kealpaan yg pernah tercipta, memohon keberkahan dan ampunan dan tentu meminta segala yang terbaik untuk diri ini, dan berusaha untuk merebut cintaNya.

Allah, sungguh kesyukuran itu kian terasa, saat aku hanya mampu meminta, memohon, dan terus memanjatkan do’a, sungguh, aku makin tak mampu mendustai segenap kasihMu. Duhai cinta, setiap hariMu adalah berkah, setiap hariMu adalah pengampunan, setiap hariMu adalah kecintaan, namun izinkan aku pada hariMu ini membuat sebuah perjanjian dan permohonan, yang mampu menghantarkanku pada indahnya cintaMu, yang makin membuatku mencintaiMu.

dheaQ
Allah, kesyukuran apalagi yang mampu kudustai di hadapanMu, di hari ini saja, Kau masih berkenan memberiku ‘jatah’ waktuMu, dengan bertambahnya usiaku, bertambah kesyukuran, bertambah kuat ujianMu dan tentu semakin dekat aku pada waktuMu. Terimakasih ya Robb untuk semua ini……

Robb…kepada siapa lagi aku meminta?, kepada siapa lagi aku memohon, dan kemana lagi kan ku alamatkan rasa cinta ini?, jika bukan kepadaMu duhai sang penggenggam cinta dan pemilik cinta.

Hari ini, meski tak ingin terlewati, kembali bertambah kesyukuran. Sudah berapa kali 26 Januari-ku terlewati? Sudah berapa lama? Adakah kenangan indah? Adakah kesyukuran yang kau lewati? Adakah perjanjianmu denganNya yang kau dustai? Dan masihkah kemurnian cinta itu menyertai? Atau kini kau malah berpaling dan menjauh dariNya?, duhai Dhea….adakah segenap kesyukuran itu? Atau malah kau makin asyik dan makin menikmati kebodohan itu?

Di usiamu kini, adakah sejumput amalan terbaik yang kau miliki untuk sekedar menghindarimu dari jeratan siksa neraka? Atau di usiamu kali ini lebih berat amal keburukan ketimbang amal baik? Apakah kau sanggup menahan siksa nerakaNya? Apa yang telah Dhea perbuat selama ini? Adakah sesuatu hal itu berarti bagiNya, atau justru Dhea menjadi makhlukNya yang tak ‘terjangkau’?….Allah…..

Allah, masih dengan keyakinan ini, di saat orang lain pergi dan menjauh dari sisi ini, di saat orang2 terkasih yang mencinta dan dicinta ini tak lagi dekat, Kau datang dengan segenap kekuatan cintaMu, Allah sanggupkah aku berlari dan menduakan cintaMu? Justru aku semakin sayang dan mencintaiMu dengan segenap keterbatasan ini, apalagi yang kucari di dunia ini, selain kecintaanMu dan pengampunanMu, Allah…balaslah rasa cinta ini………..ampuni aku dengan segala kekurangan ini, Allah jangan pernah pergi dan menjauh dariku…….Allah biarkan airmata ini mengering dan berubah menjadi darah, jika hanya dengan ini aku mampu mencintaiMu…

myFam
Allah, jika Kau berkenan, izinkan aku membuat permohonan padaMu, untuk semua orang yang mengasihiku dengan cahaya cintaMu, untuk kedua orangtuaku yang telah membawaku pada cintaMu, sehingga dijadikanku oleh mereka satu dari jutaan makhlukMu yang mencintaiMu. MengasihiMu di atas kasih2 mereka padaku, untuk mama dan bapak yang telah membimbingku, telah menuntunku untuk menjadi anak yang sholehah, makasih untuk mama yang telah melahirkan aku, menjagaku, memberiku pendidikan yang layak, menimangku dan tentu kerap mengajariku akan cintaMu, menemukan aku pada jalanMu, sungguh hanya surga yang layak kau dapati, makasih Ma.......Untuk bapak, dengan keterbatasan ini, maafkan aku, izinkan aku untuk mengasihimu Pak, maafkan kesalahan aku. Sungguh aku juga mencintai kalian karena Allah…


mas Arief
Untuk saudara2ku, mas Arief, makasih ya buat kebersamaan kita, buat kecintaan ini, makasih Allah telah membuat kita untuk saling bersaudara dalam ikatan darah, membuat kita untuk mencinta dan bercinta denganNya, maafkan aku jika selama ini aku kerap tak mampu berlaku sopan, tak mengindahkan kata2mu atau tak mampu menjadi adik yg baik yang selalu siap mendengarkan segenap keluh kesahmu, maafin aku ya Mas…moga Allah menjaga keimanan kita.

Fateh
Untuk Fateh, mba minta maaf, jika hingga hari ini, aku tak mampu menjadi teladan untukmu, karena memang teladan yg baik hanya dari Nabi Muhammad, maafin aku nda bisa jadi kakak yang baik, namun aku sudah sangat berterimakasih denganmu, yang mampu jadi kebanggaan, kesholehanmu yang kerap menjadi inspirasi untukku, ketulusanmu dalam beribadah, memancarkan cahaya keimanan yang tinggi, maafkan aku ya…..biarlah Allah yang akan menemani kecintaan ini. Makasih sudah menjadi adik sekaligus kakak untuk mbamu ini.

dek Godie
Untuk Fathi, adik kecilku yang kucintai karena Allah, sungguh, segenap kasih ini kadang ingin sekali ku luapkan padamu adik kecilku, bagaimana tidak, jika kesungguhan dalam beragama ada dalam dirimu, betapa kamu mengajarkan aku untuk menjadikan Allah sebagai tambatan hati tertinggi, keinginanmu untuk menjadi syuhada pun kadang membuat aku iri, bahkan kecerdasan yang kamu miliki selalu mampu kamu syukuri sehingga Allah makin menambahkan ‘nikmatNya’. Makasih ya dek….jagalah kecintaanNya cukup dalam hatimu.

Untuk orang2 yang pernah singgah dan mewarnai hidupku, semuanya, baik itu ‘calon’, sahabat, kerabat, teman sejawat, semuanya, maafin aku yang dhoif ini, aku tak kuasa, aku hanya mencoba untuk menjalankan perintahNya, namun jika itu dinilai salah maafin aku, jika pula selama ini aku sering membuat kalian marah. Hanya ampunan Allah yg kuharapkan dan tentu hanya penilaianNya yg kan menemaniku.

Allah, makasih ya….buat semuanya…dan berilah aku keberkahan di sepanjang hari2Mu, menemani setiap jejak langkahku, agar aku tak lagi membuatMu cemburu.

Allah….temani aku…….selalu……selamanya……

~Jatiwaringin dalam 26 Januari-Mu~

DHea and Hobbies:

dhea&esklim
dhea&Loli
Dhea&Soccer
Dhea&motoGP



Dhea&DragonBall


Jumat, 21 Januari 2011

~dalam masa Uqubah~

'Uqubah (hukuman) secara bahasa (etimologi) berasal dari kata 'aaqaba –yu'aaqibu –'uquubah, dan 'aaqabtul lishsha mu'aaqabatan wa 'iqaaba, dan dalam bentuk isim al-'uqubah

Al-'Iqaab: al-'uquubah, wa qad 'aqabtuhu li dzanbihi (aku telah menghukumnya karena dosanya).

Maka 'uqubah digunakan atas pembalasan yang manusia dihukum dengannya atas perbuatan maksiat

Al Qur’an di dalam memberikan petunjuk dan larangan seringkali diikuti oleh hukuman bagi yang tidak mengamalkan petunjuk dan hukuman bagi yang mengerjakan larangan. Perintah dan hukuman merupakan bentuk uqubah kepada manusia agar manusia sadar dan takut kemudian mau mengikuti perintah dan arahan islam. Di dalam Al Qur’an beberapa uqubah yang diberikan adalah dosa, neraka, azab, siksaan, laknat dan sebagainya.

Nabi Muhammad SAW juga memberikan uqubah kepada sahabat yang tidak mengikuti petunjuknya, kita ingat dengan peristiwa Kaab bin Malik yang dihukum tidak boleh siapapun berbicara dengannya selama 50 hari kerana beliau tidak mengikuti perang Tabuk. Juga cerita sahabat yang tidak mematuhi perang dan sebagainya.

Uqubah adalah media untuk memperbaiki dan juga membentuk pribadi menjadi pribadi yang islami. Perlaksanaan uqubah di dalam tarbiyah dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan hukuman memberikan tugas, diberikan beban, disuruh beramal yang lebih, dan banyak lagi cara lain yang kreatif untuk membantu peningkatan diri sendiri.

Beginilah mungkin yang seharusnya dilakukan, saat cermin hati mulai kotor perlu pembersih jitu utk melumatkan nodanya, saat fikroh tak lagi dlm relNya harus ada yg meluruskannya. Bersyukurlah kau Dhea, saat satu batu ujian menghadangmu di daerah yang sangat sensitive, HATI. Allah masih melindungi, memberikan perhatian sehingga tentu jalan itu tak lagi berlumpur, lobang itu tak semakin dalam, luka itu tak semakin bernanah. Formula yang kerap kau gunakan, benteng diri yg siap melindungimu, bashirohNya yg masih melekat pd dirimu membuatmu begitu dekat, sangat dekat denganNya. Itulah mengapa IA memperlakukanmu begitu istimewa. Sangat ISTIMEWA.

Tidak perlu cengeng menghadapinya, toh ini bukan kali pertama, hanya saja perlu ‘warning’ untuk meyakinkan. Lintasan peristiwa yang pernah terjadi HARUS jadi ibroh penting, jauh kedepan. Masa uqubah perlu dilakukan manakala target ruhiyah tak lagi terpenuhi, saat kaki mulai salah melangkah, saat hati memiliki kecenderungan selaenNya. Dengan harapan tentu tidak mengulangi kesalahan yang sama, terus memperbaharui hati, menjaga vitalitas keimanan dan ruhiyah.

Masa Uqubah harus mampu mengubah diri menjadi lebih baik. Banyak iqob [hukuman] yang dapat dilakukan untuk terus mentarbiyah diri, seperti tarbiyah dzatiyah yang dilakukan para sahabat manakala Rasulullah tidak bersama mereka. Perbanyak tilawah misalnya, melaksanakan shaum sunnah, ibadah sunnah menjadi wajib baginya, muhasabah, banyak berkholwat denganNya, dll. Namun memang masa uqubah bukan berarti bentuk penghukuman diri, menyalahkan diri namun sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan Perintah dan menjauhi laranganNya, karena pada dasarnya Allah adalah Maha Pengampun atas setiap dosa yang kita lakukan asalkan bertaubat.

Semoga Allah senantiasa menjaga hati dan langkah ini. Tetap IA sayang pada kita, bersama kita dan melindungi segenap jiwa yg bermuara padaNya.

Kita tidak sendiri, ada sutradara yang senantiasa membantu kita: ALLAH. Ada pemilik cinta yang senantiasa memperbaharui cinta: ALLAH. Ada pelindung yang tidak bisa tertandingi: ALLAH, ada pemberi dan senantiasa memperluas rezeki: ALLAH, ada tempat tambatan hati untuk berkholwat tatkala insan terlelap: ALLAH. Ada tempat untuk mengadu dan menumpahkan isi hati dan air mata ini: ALLAH, ada yang meluluhkan dan menjinakkan hati yang membatu menjadi sangat lunak laksana buluh berterbangan: ALLAH, dan tentunya ada Penentu yang senantiasa berkehendak dan kita harus menerimanya: ALLAH.


” Ya Allah berilah rasa takut kepadaMu, yang dapat menghalangi dengan rasa takut itu antara kami dalam bermaksiat kepada-Mu. Berilah kami ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami dengannya ke surga-Mu. Berilah kami keyakinan yang dapat meringankan musibah dunia yang menimpa kami. Ya Allah, berilah kami kepuasan dengan pendengaran-pendengaran kami, penglihatan-penglihatan kami, kekuatan-kekuatan kami selama Engkau memberi hidup kepada kami, dan jadikanlah semua itu yang mewarisi kami (janganlah sampai Kau tinggalkan semua itu sebelum kami meninggal). Balaslah orang-orang yang berbuat aniaya kepada kami, tolonglah kami dalam menghadapi musuh-musuh kami. Janganlah Engkau menimpakan dunia ini menjadi tujuan utama kami, dan jangan pula dijadikan puncak pengetahuan kami, serta janganlah Engkau jadikan orang yang tidak mempunyai rasa belas kasihan kepada kami menjadi pemimpin kami”


”Ya Allah, Engkau Rabbku, tiada Tuhan selain Engkau, telah Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, dengan semampu mungkin aku tepati janji setia pada-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari akibat kejahatan yang telah kulakukan, aku selalu menerima nikmat-Mu, maka ampunilah aku, sungguh tiada yang mengampuniku selain Engkau.”

Rabu, 05 Januari 2011

~Miladnya di hari ini [6/1]~

Alloh…
Sungguh tiada yang tidak mungkin dalam jangkauan dan pandanganMu
Tiada yang luput dari genggamanMu
Begitu pula halnya cinta
Tiada yang akan pernah mampu menggantikan posisiMu dalam relung hati ini

Hari ini
Dengan mengucap syukur padaMu
Sampaikanlah salam keselamatan baginya


Untuk dirinya
Untuk kesaliman aqidahnya
Untuk kesejahteraan keluarganya
Untuk semua yang terbaik baginya
Jagalah ia selalu dalam pengawasanMu
Beri ia kekuatan untuk menghadapi hariMu
Meski aku tak kuasa
Meski do’a ini tak terdengar olehnya
Namun sungguh
Engkau Maha Pengasih dan Penyayang
KasihMu tak terhingga


Kuberharap
Dengan kuasaMu
Menghantarkan do’a ini ke hadapannya
Sentuhlah hatinya
Sayangi ia
Alloh…
Meski tak terperikan
Aku tetap memohon kekuasaanMu
"Barokallah fi umrik"...

tercatat di Jakarta, 6 Januari 2009, 2010 dan 2011 di hari yang sama. sepanjang kemampuanku...
 
© Copyright 2035 My LiFe
Theme by Yusuf Fikri