Jumat, 21 Januari 2011

~dalam masa Uqubah~

'Uqubah (hukuman) secara bahasa (etimologi) berasal dari kata 'aaqaba –yu'aaqibu –'uquubah, dan 'aaqabtul lishsha mu'aaqabatan wa 'iqaaba, dan dalam bentuk isim al-'uqubah

Al-'Iqaab: al-'uquubah, wa qad 'aqabtuhu li dzanbihi (aku telah menghukumnya karena dosanya).

Maka 'uqubah digunakan atas pembalasan yang manusia dihukum dengannya atas perbuatan maksiat

Al Qur’an di dalam memberikan petunjuk dan larangan seringkali diikuti oleh hukuman bagi yang tidak mengamalkan petunjuk dan hukuman bagi yang mengerjakan larangan. Perintah dan hukuman merupakan bentuk uqubah kepada manusia agar manusia sadar dan takut kemudian mau mengikuti perintah dan arahan islam. Di dalam Al Qur’an beberapa uqubah yang diberikan adalah dosa, neraka, azab, siksaan, laknat dan sebagainya.

Nabi Muhammad SAW juga memberikan uqubah kepada sahabat yang tidak mengikuti petunjuknya, kita ingat dengan peristiwa Kaab bin Malik yang dihukum tidak boleh siapapun berbicara dengannya selama 50 hari kerana beliau tidak mengikuti perang Tabuk. Juga cerita sahabat yang tidak mematuhi perang dan sebagainya.

Uqubah adalah media untuk memperbaiki dan juga membentuk pribadi menjadi pribadi yang islami. Perlaksanaan uqubah di dalam tarbiyah dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan hukuman memberikan tugas, diberikan beban, disuruh beramal yang lebih, dan banyak lagi cara lain yang kreatif untuk membantu peningkatan diri sendiri.

Beginilah mungkin yang seharusnya dilakukan, saat cermin hati mulai kotor perlu pembersih jitu utk melumatkan nodanya, saat fikroh tak lagi dlm relNya harus ada yg meluruskannya. Bersyukurlah kau Dhea, saat satu batu ujian menghadangmu di daerah yang sangat sensitive, HATI. Allah masih melindungi, memberikan perhatian sehingga tentu jalan itu tak lagi berlumpur, lobang itu tak semakin dalam, luka itu tak semakin bernanah. Formula yang kerap kau gunakan, benteng diri yg siap melindungimu, bashirohNya yg masih melekat pd dirimu membuatmu begitu dekat, sangat dekat denganNya. Itulah mengapa IA memperlakukanmu begitu istimewa. Sangat ISTIMEWA.

Tidak perlu cengeng menghadapinya, toh ini bukan kali pertama, hanya saja perlu ‘warning’ untuk meyakinkan. Lintasan peristiwa yang pernah terjadi HARUS jadi ibroh penting, jauh kedepan. Masa uqubah perlu dilakukan manakala target ruhiyah tak lagi terpenuhi, saat kaki mulai salah melangkah, saat hati memiliki kecenderungan selaenNya. Dengan harapan tentu tidak mengulangi kesalahan yang sama, terus memperbaharui hati, menjaga vitalitas keimanan dan ruhiyah.

Masa Uqubah harus mampu mengubah diri menjadi lebih baik. Banyak iqob [hukuman] yang dapat dilakukan untuk terus mentarbiyah diri, seperti tarbiyah dzatiyah yang dilakukan para sahabat manakala Rasulullah tidak bersama mereka. Perbanyak tilawah misalnya, melaksanakan shaum sunnah, ibadah sunnah menjadi wajib baginya, muhasabah, banyak berkholwat denganNya, dll. Namun memang masa uqubah bukan berarti bentuk penghukuman diri, menyalahkan diri namun sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan Perintah dan menjauhi laranganNya, karena pada dasarnya Allah adalah Maha Pengampun atas setiap dosa yang kita lakukan asalkan bertaubat.

Semoga Allah senantiasa menjaga hati dan langkah ini. Tetap IA sayang pada kita, bersama kita dan melindungi segenap jiwa yg bermuara padaNya.

Kita tidak sendiri, ada sutradara yang senantiasa membantu kita: ALLAH. Ada pemilik cinta yang senantiasa memperbaharui cinta: ALLAH. Ada pelindung yang tidak bisa tertandingi: ALLAH, ada pemberi dan senantiasa memperluas rezeki: ALLAH, ada tempat tambatan hati untuk berkholwat tatkala insan terlelap: ALLAH. Ada tempat untuk mengadu dan menumpahkan isi hati dan air mata ini: ALLAH, ada yang meluluhkan dan menjinakkan hati yang membatu menjadi sangat lunak laksana buluh berterbangan: ALLAH, dan tentunya ada Penentu yang senantiasa berkehendak dan kita harus menerimanya: ALLAH.


” Ya Allah berilah rasa takut kepadaMu, yang dapat menghalangi dengan rasa takut itu antara kami dalam bermaksiat kepada-Mu. Berilah kami ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami dengannya ke surga-Mu. Berilah kami keyakinan yang dapat meringankan musibah dunia yang menimpa kami. Ya Allah, berilah kami kepuasan dengan pendengaran-pendengaran kami, penglihatan-penglihatan kami, kekuatan-kekuatan kami selama Engkau memberi hidup kepada kami, dan jadikanlah semua itu yang mewarisi kami (janganlah sampai Kau tinggalkan semua itu sebelum kami meninggal). Balaslah orang-orang yang berbuat aniaya kepada kami, tolonglah kami dalam menghadapi musuh-musuh kami. Janganlah Engkau menimpakan dunia ini menjadi tujuan utama kami, dan jangan pula dijadikan puncak pengetahuan kami, serta janganlah Engkau jadikan orang yang tidak mempunyai rasa belas kasihan kepada kami menjadi pemimpin kami”


”Ya Allah, Engkau Rabbku, tiada Tuhan selain Engkau, telah Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, dengan semampu mungkin aku tepati janji setia pada-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari akibat kejahatan yang telah kulakukan, aku selalu menerima nikmat-Mu, maka ampunilah aku, sungguh tiada yang mengampuniku selain Engkau.”

2 comments:

Al_VathaR mengatakan...

slalu optmis n sngguh2

dheaqotrunnada mengatakan...

Alhamdulillah..
jazakallah dek..;)

 
© Copyright 2035 My LiFe
Theme by Yusuf Fikri